A. Istri-Istri
Rasulullah SAW
Pada
awalnya, keluarga Nabi Muhammad SAW tidak jauh berbeda dengan yang lain. Beliau
menikah dengan Khadijah binti Khuwaylid, seorang saudagar kaya yang saat itu
telah menjadi janda. Rasulullah telah bekerja sebagai manager ekspedisi perniagaan Khadijah sebelum
beliau mengawininya.
Beliau sangat mencintai dan menyayangi Khadijah sampai
akhir hayatnya, dan hanya menikah lagi sepeninggal Khadijah. Ada banyak kisah
yang menceritakan betapa cinta dan sayangnya Rasulullah SAW kepada istrinya
ini. Ismail bin Abu Khalid dari Abu Aufan ra mendengar Rasulullah saw bersabda:
“Berbahagialah Khadijah karena ia akan menerima surga dan permata yang indah,
tiada pernah terdengar pertengkaran atau kesulitan di sana”. Rasulullah juga
pernah menyebutkan bahwa sebaik-baik perempuan adalah Maryam binti Imran dan
Khadijah binti Khuwailid. Begitulah sehingga Aisyah ra seringkali cemburu
setiap kali Rasulullah saw menyebut-nyebut nama Khadijah.
Pernah suatu kali karena tidak tahan mendengar
Rasulullah menyanjung mendiang Khadijah, Aisyah berkata: