7 Agustus 2012

Penelitian Tarekat Naqshbandiyah Kholidiyah di Manglayang Regensi


BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Penelitian

Dewasa ini pergantian zaman yang semakin maju dan globalisasi yang semakin banyak yang merasuki jiwa manusia, sehingga manusia dizaman sekarang ini banyak yang mengaku dirinya islam tapi prilaku dan penampilannya tidak layaknya sebagai muslim sejati. Sehinga manusia semakin jauh dari sang pencipta.
Untuk itu perlu adanya pencerahan bagi orang-orang dizaman sekarang hati  yang telah di butakan oleh perubahan zaman, maka dari itu ilmu tasawuf yang berkembang dalam tarekat untuk membentengi hati manusia dari godaan setan yang membuat hati dan kehidupannya tidak nyaman terutama ketenangan batinnya. Ilmu tasawuf yang berasal dari tarekat islam beserta amalannya yaitu dzikir yang berlandasarkan Al-Qur’an, Hadits dan ijma. Yang berguna untuk membina iman manusia agar tidak tergoyahkan oleh godaan dan bujuk rayu syetan, nafsu dan cobaan-cobaan yang Allah berikan.

1.2    Rumusan Penelitian


Dalam penulisan laporan ini penulis membahas rumusan masalah diantaranya:
a.       Apa pengertian tarekat?
b.      Siapa pembawa tarekat ?
c.       apa sajaajaran dan amalan dalam tarekat Naqshabandiyah Kholidiyah ?

1.3    Tujuan Penelitian

Tujuan pernelitian tarekat ini adalah Agar dapat mengetahui pengertian tarekat serta mengetahui perkembangan tarekat yang berada di daerah Manglayang Regensi dan amalan-amalan yang di lakukan.
1.4    Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini semoga berguna untuk memberi suatu gambaran tentang Tarekat NaqshbandiyahKholidiyah dari berbagai aspeknya serta menambah wawasan kita tentang tarekat dan amalannya.

1.5    Sistematika Penulisan
Penelitian ini terdiri dari tiga bab,
Bab pertamaberisi pendahuluan, yang mengemukakan konteks penelitian, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.
Bab kedua berisi pembahasan yang menjelaskan tentang pengertian tarekat, pendiri Tarekat Naqshbandiyah Kholidiyah, serta ajaran dan amalan pada terekat Naqsabandiyah Kholidiyah.
Bab ketiga berisi kesimpulan dari keseluruhan penelitian tentang Tarekat NaqshbandiyahKholidiyah dan daftar pustaka.


 
BAB II
ISI LAPORAN

2.1  Pengertian Tarekat

Tarekat berasal dari kata ‘thariqah’ yang artinya ‘jalan’. Jalan yang dimaksud di sini adalah jalan untuk menjadi orang bertaqwa, menjadi orang yang diredhoi Allah s.w.t. Secara praktisnya tarekat adalah kumpulan amalan-amalan lahir dan batin yang bertujuan untuk membawa seseorang untuk menjadi orang bertaqwa.[1]
Menurut L. Massignon, yang pernah mengadakan penlitian terhadap kehidupan tasawuf di beberapa negara Islam, menarik suatu kesimpulan bahwa istilah tarekkat mempunyai dua macam, yang pertama yaitu, Tarikat yang diartikan sebagai pendidikan kerohanian yang sering dilakukan oleh orang-orang yang menempuh kehidupan tasawuf, untuk mencapai suatu tingkatan kerohanian yang disebut “Al-Maqamat” dan “Al-Ahwal”.dan yang ke dua, Tarikat sebagai perkumpulan yang didirikan menurut aturan telah dibuat oleh seorang Syekh yang menganut suatu aliran tarekat tertentu.[2]
            Terdapat berbagai macam aliran tarekat yang berada di indonesia, salah satunya yaitu tarekat Naqshabandiyah Kholidiyah, yang teori berpikiran secara tekstual yang berdasarkan pada Al-qur’an dan Hadits. Tarekat ini merupakan jalan agar memudahkan dan mempercepat kita dalam menggapai islam,iman dan ikhsan dengan tidak meninggalkan syariat sehingga tidak mudah tergoyahkan oleh godaan-godaan yang menyesatkan kita selaku umat islam.
                                                                                                 



2.2              Pembawa Tarekat Naqshbandiyah Kholidiyah
Orientasi keagamaan umat Islam di Manglayang pada umumnya adalah Ahlussunnah wal Jama’ah  (Aswaja). di karenakan mayoritas masyarakat dengan faham keagamaan yang mendominasi, di daerah ini telah berkembang pula tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di Manglayang Regensi Cibiru Bandung Jawa barat.
Pemimpinnya adalah K. M. Ali Amin. beliau merupakanPutra dari pasangan H. Amin Sa’id dan Hj. Wanifah orang tuamendapatkan ilmu tarekat setelah mengkhatamkan pelajarannya dengan nyantri di Popongan Solo kepada K. H. Muhammad Mansur selama 10 tahun. Konon  katanya, Suami dari Hj. Naqiyul Khud itu adalah murid terakhir yang berhasil  mengkhatamkan pelajaran dengan kyai Mansur. Pasalnya, sehabis itu Kyai Mansur dipanggil ke Rahmatullah.[3]
Adapun Silsilah Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah K. M. Ali Amin, yaitu:
1) Allah Ta’ala ‘Azza wa Jalla,
2) Jibril a.s.,
3) Muhammad SAW,
4) Abu Bakar as-Shiddiq,
5) Salman al-Farisi,
6) Qasim ibn Muhammad,
7) Ja’far Shadiq,
8) Abi Yazid Thoifur al-Bisthomi,
9) Abu Hasan Ali al-Kharqani,
10) Abi Ali al-Fadhal,
11) Yusuf al-Hamadani,
12) Abi al-Khaliq al-Ghajduwani,
13) Arif ar Riwikari,
14) Mahmud al-Anjir Faghnawi,
15) Aliar-Rumaitini,
16) Muhammad Baba as-Samasi,
17) Amir Kullal,
18) Muhammad Bahauddin al-Naqsyabandi,
19) Muhammad ibn Alauddin al-Thahari,
20) Ya’qub al-jarkhi,
21) Ubaidillah al-Akhrari,
22) Muhammad al-Zahid,
23) Darwis Muhammad,
24) Muhammad Khowajiki,
25) Muhammad Al-Baqi Billah,
26) Ahmad al-Faruqi,
27) Muhammad Ma’shum,
28) Saifuddin,
29) Nur Muhammad Al Badwani,
30) Habibullah,
31) Abdullah al-Dahalawi,
32) Kholidal-Baghdadi,
33) Sulaiman al-Quroimi,
34) Isma’il al-Barusi,
35) Sulaiman az-Zuhdi,
36) Muhammad al-Hadi,
37) Manshur Sala,
38) Arwani al-Khirmi

2.3  Ajaran dan Amalan Naqshabandiyah kholidiyah

Ajaran dan Amalan Naqshabandiyah kholidiyah dapat berkembang dikarnakan adanya ajaran yang terkandung membuat masyarakat di sekitar tertarik untuk menganut ajaran tarekat Naqshabandiyah kholidiyah, adapun amal-amalan yang dikembangkan diantaranya, zikir, ziarah , manaqib dan masih banuyak lagi ajaran dam amalan yang lainnya. tapi yang sering di amalkan dalm kehidupan sehari-hari  yaitu zikir.

dianara zikir-zikir yang sering di mamalkan terdapat beberapa zikir diantaranya:
1.    Zikir Jahar
zikir Jahar yaitu zikir yang cara membacakannya di keraskan. isi atau lafadz yang di zikirkan yaitu bacaan LAA ILAAHA ILLALLAAH, dimana kata LAA yangdirasakan mengalir dari Pusar mengalir keatas sampai ke otak dalam kepala, selanjutnya mengucapkan ILAAHA yang di alirkan kebawah dari otan menuju bahu sebelah kanan, lalu dilanjutkan kembali dengan mengucapkan kata ILLALLAAH yang memusatkan dari kanan kekiri munuju hati sanubari yang berada di bawah tulang rusuk sebelah kiri.

adapun syarat-syarat sebelum melakukan dzikir jahra yaitu:
1.      dalam keadaan memiliki wudu yang sempurna
2.      berdzikir dengan menggunakangama atau tenaga yang kuat
3.      suara keras yang dapat membuka nur dizkir yangdapat membuka rongga batin orang bedzikir sehingga hati mereka merasakan hidup dan merasakan akhirat.

2.        Zikir Khofi
yang berikutnya yaitu zikir khofi, yang di maksud dengan zikir khofi ini yaitu zikir yang di ucapkan di dalam hati dengan tidak mengeraskan suara atau tidak mengeluarkan suara. zikir khofi ini tiada lain yaitu untuk menentramkan hati manusia dan menghiasi hati di setiap detiknyadengan zikir kepada allah.

BAB III
KESIMPULAN

Tarekat merupakan sebuah jalan atau cara untuk mendekatkan diri kita kepada Allahdengan menggunakan ilmu fiqh, ilmu tauhid dan ilmu tasawuf, sehingga manusia tersemut merasakan dan lebih yakin lagi bahwa Allah itu maha segalanay. dan ketenangan batin yang di dapat setelah memasuki sebuah ajarn tarekat.
Banyak aliran tarekan yang berada di indonesia salah satunya yaitu tarekat Naqshabandiyah Kholidiyah yang terdapat di daerah Manglayang Regensi, Cibiru, Bandung, Jawa barat.yang teori berpikirnya secara tekstual yang berdasarkan pada Al-Qur’an dan Hadist.
serta ada berbagai macam amalan yang terdapat dalam tarekat Naqshabandiyan Kholidiyah diantaranya yaitu zikir, seperti zikir jahar dengan cara mengeraskan suara ketika berzikir dan zikir khofi yangcaraberzikirnya hanya di dalamhati dengan fingsi yang berbeda tetapi tetapi tujuannya yang sama yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allah.





[2]H.A.Mustofa Akhhlak Tasawuf, Pustaka Setia, 1997, hlm.280.
[3]Hamam Nashiruddin, Al-Idhoh Fie At Thariqah Al Khalidiyah, (Kudus:Menara Kudus, tt), hlm. 10-13.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. solihat collection - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger